
Jakarta, notonews - Pascakenaikan harga bahan bakar minyak, perusahaan pelayaran melakukan penghematan. Untuk menekan biaya BBM, PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk atau Temas Line melakukan program peremajaan armada dengan membeli kapal baru dan menjual kapal yang sudah tua.
”Kenaikan harga BBM telah mendorong peningkatan biaya operasional perseroan 14 sampai 17 persen. Untuk bisa berhemat, kami harus melakukan peremajaan armada,” kata Direktur Utama Temas Line Harto Khusumo, seusai rapat umum pemegang saham tahunan, Senin (23/6).
Menurut Harto, tahun ini pihaknya telah membeli delapan kapal baru senilai Rp 420 miliar. Delapan kapal berkapasitas 500 twenty equivalent unit/kontainer 20 kaki itu akan tiba secara bertahap, mulai Agustus hingga Desember 2008.
Setelah mengoperasikan kapal baru itu, Temas Line memperkirakan dapat menghemat biaya BBM 3-4 persen atau Rp 9 miliar-Rp 16 miliar per tahun. ”Menghemat 1 persen BBM itu setara dengan dengan menghemat biaya Rp 3 miliar sampai 4 miliar per tahun,” tutur Harto.
Target pendapatan
Di sisi lain, Direktur Keuangan Temas Line John Wisnu Alwi mengatakan, pihaknya juga mulai menjual armada yang dinilai sudah tidak layak pakai karena boros BBM.
Dengan adanya peremajaan kapal itu, sampai akhir tahun ini Temas Line, yang melayani angkutan laut dan sungai, akan memiliki 33 kapal.
John Wisnu menambahkan, penghematan BBM harus dilakukan karena biaya BBM mengambil porsi cukup besar, yaitu 35 persen dari total biaya operasional Temas Line.
Di tengah melambungnya harga minyak, program peremajaan armada Temas Line akan terus dilakukan. Dengan menghemat BBM, Temas Line menargetkan pendapatan tahun ini sebesar Rp 1,27 triliun atau naik 52 persen dibandingkan dengan tahun 2007 sebesar Rp 835,34 miliar.
Sementara itu, target laba bersih dipatok pada angka Rp 101,2 miliar atau naik sekitar 260 persen dari laba bersih tahun 2007, yaitu sebesar Rp 28,09 miliar.

